Pakaian Tradisional-Ulos

Dalam etnik Batak Toba, hal yang sangat dikenal adalah ulos. Ulos ini awalnya digunakan untuk menghalau rasa dingin, karena karena memang etnis Batak Toba zaman dahulu itu tinggal di sekitaran pegunungan jadi suhu di sana cukup dingin. Jadi sebenarnya Ulos ini merupakan salah satu itu cara untuk menghangatkan tubuh mereka. tetapi Seiring berjalannya waktu dan semakin modernnya zaman maka ulos pun dijadikan sebagai sebuah kesenian. Disini ada beberapa jenis ulos Batak yang ada di Batak Toba.

Ulos Padang Ursa adalah ulos yang digunakan sebagai selendang atau pengikat. Biasanya suku Batak menggunakannya sebagai parompa (kain ikatan gendongan).

Ulos Mangiring Adalah  ulos yang sering diberikan kepada anak pertama yang baru lahir. Ulos ini bermakna agar anak tersebut kelak dapat membimbing adik-adiknya sesuai dengan harapan dan tradisi keluarga  Batak.

Ulos Bintang Maratur Adalah kain ulos yang merupakan simbol suka cita. Ulos ini sering digunakan dalam tradisi Batak seperti mangulosi. Ulos ini juga dapat dijadikan sebagai pengganti ulos Mangiring.

Ulos Antak-Antak Adalah ulos yang merupakan simbol dari duka cita. Ulos ini digunakan ketika mengunjungi rumah duka atau melayat orang meninggal.

Ulos Bolean Adalah merupakan kain ulos yang juga biasanya digunakan dalam acara duka seperti ulos antak-antak.

Ulos Ragi Huting Adalah ulos yang digunakan oleh gadis Batak biasanya dililitkan di bagian dada, atau juga oleh orang tua yang sedang bepergian. Ulos ini sudah jarang ditemukan saat ini.

Ulos Ragi Hotang Adalah ulos yang paling sering digunakan oleh suku Batak. Ulos ini biasanya menjadi kado pengantin yang tengah mengadakan ritus  pernikahan adat Batak. Terkadang dipakai juga untuk parompa (ikatan gendongan).

Ulos Pinuncaan Adalah ulos yang paling mahal pada masyarakat Batak. Ulos ini terdiri atas lima bagian, ditenun secara terpisah dan kemudian disatukan. Fungi dari ulos ini digunakan saat suka maupun duka dengan mematuhi syarat-syarat tertentu.