TARI TRADISIONAL KARO

Tarian tradisional karo merupakan sebuah kesenian lokal yang ada di Kabupaten Karo, yang dimana tarian tradisional tersebut diantaranya yang masih dapat kita jumpai hingga sekarang ini adalah sebagai berikut:

1. tari lima serangkai

foto penari tari lima serangkai

Tari Lima Serangkai merupakan salah satu tarian tradisional Karo. Tarian ini biasanya dibawakan oleh kaum muda yang terdiri dari lima pasang laki-laki dan perempuan sesuai dengan namanya yaitu “Lima Serangkai”. Yang dimana tarian ini dipertunjukkan pada acara-acara tertentu seperti perlombaan, acara-acara pada pemerintahan setempat dan pesta tahunan.

Tari Lima Serangkai sudah ada sejak tahun 1960, dan Tarian ini menceritakan tentang pertemuan antara muda mudi dan kemudian berkenalan hingga menjalin hubungan sampai pada jenjang pernikahan. Pertunjukan Tari Lima Serangkai selalu memakai pakaian adat, seperti yang terdapat pada gambar dan video di atas.

Referensi:

Aqmarul Akhyar. 2021. “Tari Lima Serangkai Etnis Karo”, https://tribunmedanwiki.tribunnews.com/2021/01/05/tari-lima-serangkai-etnis-karo?page=all, diakses pada 18 Juni 2021 pukul 21.00

2. tari piso surit

foto penari tari piso surit

Tari Piso Surit merupakan salah satu tarian tradisional Karo, yang dimana Tari Piso Surit ini biasanya dipertunjukkan pada saat acara-acara resmi dari pemerintahan setempat dan juga pada festival dan perlombaan.

Makna yang terdapat pada Tari Piso Surit menggambarkan kesedihan pada seorang wanita yang rindu dan menantikan kekasihnya untuk pulang. Dalam bahasa Karo, Piso artinya adalah Pisau. Dari pengertian tersebut banyak yang salah menafsirkan arti Piso Surit yang sebenarnya. Yang dimana Piso Surit sebenarnya adalah nama burung yang sangat suka bernyanyi. Burung yang suka bernyanyi seakan-akan dianggap dapat menyampaikan pesan rasa rindu kepada kekasihnya yang jauh.

Referensi:

Indonesia Kaya, https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/tari-piso-surit-tari-yang-terinspirasi-kicau-burung/, diakses pada 18 Juni 2021 pukul 21.32

3. tari gundala gundala

foto tari gundala gundala

Tari Gundala-Gundala adalah tarian yang memakai properti topeng. Tarian ini dikenal sebagai tarian untuk memanggil hujan. Topeng yang digunakan terbuat dari kayu yang tersambar petir. Hal tersebut dikaitkan karena petir dan hujan erat kaitannya. Kalau ada petir pasti sedang terjadi hujan.

            Tari Gundala-Gundala berasal dari salah satu desa di tanah Karo yaitu Desa Seberaya. Namun dengan perkembangan zaman dan Agama kepercayaan, tarian ini sudah jarang terlihat dan keberadaanya sudah menjadi tarian hiburan dan warisan budaya. Tarian ini dapat kita lihat pada berbagai acara budaya, dan salah satu acara yang menampilkan tarian ini adalah pada perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan RI setiap tahunnya di daerah Tanah Karo. Karena Tanah Karo merupakan salah satu daerah yang merayakan Ulang Tahun Kemerdekaan RI, dan tarian ini akan ditampilkan pada acara tersebut.

Referensi:

 Tribun Medan.com. 2020. “Mengenal Gundala-Gundala, Tarian Pemanggil Hujan Khas Suku Karo”, https://medan.tribunnews.com/2020/03/02/mengenal-gundala-gundala-tarian-pemanggil-hujan-khas-suku-karo, diakses pada 18 Juni 2021 pukul 22.00