EKONOMI LOKAL

  • Sinopsis

kabupaten samosir merupakan pulau yang dikelilingi danau toba dan memiliki luas daratan sebesar 1.444,25 Km2 . mayoritas masyarakat yang bermukim di kawasan ini ialah suku batak toba. kabupaten ini terkenal akan hasil pertaniannya diantaranya ialah bawang toba dan mangga udang. selain hasil pertanian yang unggul, kabupaten ini juga memilki potensi wisata alam, potensi wisata budaya, dan potensi wisata religi. dengan adanya potensi tersebut menjadikan kabupaten samosir dijadikan sebagai daerah pariwisata. perkembangan pariwisata ini juga tidak mengeliminasi mata pencaharian masyarakat di sektor pertanian hanya saja dengan berkembangnya pariwisata menjadikan beragamnya profesi masyarakat di kabupaten samosir.

1. Petani

masyarakat di kabupaten samosir sedang memanen bawang toba
masyarakat sedang menanam padi

pertanian sayur di kabupaten samosir
masyarakat di kabupaten samosir sedang memanen kacang tanah

Kabupaten Samosir memiliki tingkat kesuburan tanah yang tinggi sehingga sektor pertanian banyak digeluti masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Hampir disetiap desa terhampar tanaman mulai dari bawang merah, padi, sayuran, kacang – kacangan, dan jagung dan masih banyak lagi tanaman yang ditanami di lahan yang subur tersebut. Bahkan Samosir terkenal sebagai penghasil bawang merah yang khas yang disebut masyarakat lokal sebagai bawang toba samosir. Bawang yang berasal dari Samosir memiliki keunggulan tersendiri dari bawang yang berasak dari wilayah lain faktor yang pertama ialah dari segi rasa, banyak yang mempercayai bahwa bawang yang berasal dari kabupaten Samosir aromanya lebih harum saat digoreng dan bawangnya menghasilkan ukuran kecil. Dan Samosir juga terkenal akan hasil taninya yaitu mangga. Mangga yang berasal dari kabupaten Samosir rasanya lebih manis dan beraroma khas serta memghasilkan ukuran mangga yang kecil itulah sebabnya mengapa dijuluki sebagai mangga udang. Dan dengan adanya hasil tani yang kedua ini Samosir selaku menyelengarakan festival mangga setiap tahunnya gunanya untuk membudidayakan tanaman ini serta menbantu masyarakat dari segi meningkatkan pendapatan guna menunjang perkembangan pariwisata. Hasil olahan mangga tersebut dibuat menjadi permen, bolu, wine, dodol, dll. 

2. Nelayan

nelayan sedang menjala ikan

Sumber pendapatan masyarakat Toba di kabupaten Samosir banyak yang mengantungkan hidupnya dari sumber daya alamnya. Samosir yang dikelilingi danau Toba sehingga menjadikan alternatif untuk masyarakat Batak Toba dalam berpenghasilan. Hampir setiap desa masyarakatnya banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Bahkan profesi ini juga tidak pandang gender, mau yang laki -laki atau perempuan, mau yang anak- anak sampai orang tua memilih untuk bekerja sebagai nelayan. Dirasa pekerjaannya tidak membutuhkan biaya hanya membawa Solu ( Kapal kayu ) dan doton ( Jala ) untuk menangkap ikan di danau. Bahkan mereka banyak yang berprofesi sebagai nelayan memulai pekerjaannya dari jam 2 pagi untuk menghindari pasang nya ombak.

3. Peternak

beternak babi dibelakang rumah

Masyarakat Batak Toba yang tidak memiliki lahan akan memilih bermata pencaharian sebagai peternak sapi, kerbau, babi, kambing, ayam buras, dan itik. Namun peternakan babi yang paling banyak digeluti masyarakat Batak Toba dikarenakan ternak ini seperti tabungan yang digunakan untuk bisa menyekolahkan anak – anaknya ke tinggi yang lebih tinggi lagi. Serta ternak ini juga menjadi kebutuhan adat Batak yang selalu disajikan dalam bentuk Jambar dalam acara adat baik pernikahan, kematian, dan acara lainnya yang selalu menggunakan ternak ini untuk diolah dijadikan masakan yang disebut sangsang. Jadi dengan melihat tingginya kebutuhan masyarakat akan ternak yang satu ini, masyarakat Toba di kabupaten samsoir lebih banyak memilih beternak babi.

4. Pedagang

Bagi masyarakat yang tidak memiliki keahlian di bidang pengelolaan lahan dan Peternakan maka masyarakat batak Toba banyak yang berprofesi sebagai pedagang. Profesi ini dirasa gampang dan tidak memiliki keahlian dalam menjalankannya. Sehingga banyak masyarakat Batak Toba yang berprofesi menjadi pedangang setiap pekannya. Hasil tanaman yang dihasilkan petani, pedagang inilah nantinya akan memasarkan langsung ke pekan untuk diperjualkan kepada konsumen.

5. Industri Pariwisata

Kabupaten Samosir merupakan daerah tujuan wisata dikarenakan memiliki potensi alam yang luar biasa serta lokasinya yang berada di tengah danau Toba yang menambah daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke kabupaten tersebut. Dan juga faktor dari terusnya berkembangnya infrastruktur, sarana prasarana, objek wisata baik alam, budaya, buatan serta peningkatan kualitas pelayanan SDM dalam memajukan negeri indah kepingan surga tersebut maka masyarakat khususnya yang berada di sekitaran objek wisata Samosir banyak yang berpenghasilan dengan membuka warung atau restoran di sekitaran objek wisata, membuka homestay atau panginapan, biro perjalanan untuk mendukung perjalanan wisatawan, penyewaan transportasi air atau darat, serta banyak juga yang jadi pekerja dari masing-masing industri pariwisata diatas.masyarakat yang tidak memiliki modal untuk membuka bisnis di bidang pariwisata akan berprofesi sebagai pelayan Restoran (Weter/Waitress), Hotelier, Tour Guide (Pemandu wisata), membuka toko souvenir, dan menjual jasa lainnya seperti menjadi informan bagi wisatawan yang berkunjung ke Samosir.

Referensi :

Dikutip dari : https://samosirkab.go.id/potensi-unggulan-kabupaten-samosir-peternakan/ Diakses pada Tanggal 29 Juni 2021, Pukul 07.53 Wib