MUSEUM

  • Sinopsis

Kabupaten Samosir merupakan asal muasal suku batak yang memiliki peninggalan kebudayaan yang beragam.  Kabupaten ini juga memiliki atraksi wisata yang beragam, salah satunya ialah peninggalan kebudayaan bangsa batak yang dijadikan sebagai tempat wisata budaya untuk mempelajari secara khusus kebudayaan batak toba mulai dari peralatan hidup sampai peralatan perang. Peninggalan tersebut dilestarikan disebuah museum yang berbentuk rumah bolon.

1. Museum Huta Bolon Simanindo

Museum huta bolon simanindo

Museum Huta Bolon Simanindo terletak di Jl. Pelabuhan Simanindo, Simanindo Sangkal, Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Museum ini merupakan rumah adat warisan Raja Sidauruk. Sejak 1969 bangunan ini dijadikan museum terbuka. Museum ini terdiri atas sejumlah rumah adat dengan Huta Bolon Simanindo sebagai master piece-nya. Koleksi di museum ini terdiri dari sejumlah rumah adat dengan Huta Bolon Simanindo sebagai pemiliknya. Koleksinya Lainnya  berupa peninggalan leluhur orang batak dari Samosir yang terdiri antara lain parhalaan, pustaha laklak, tunggal panaluan dan solu bolo.

2. Museum Batak Tomok

museum tomok

Museum Batak Tomok terletak di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Museum ini berada tepat di belakang Pasar Tomok yang merupakan sentra oleh-oleh di Pulau Samosir. Museum ini juga terletak tak jauh dari objek wisata seperti Kubur Batu Raja Sidabutar dan  Pertunjukan Boneka Sigale-Gale, serta tak jauh dari Pelabuhan Tomok yang menghubungkan Pulau Samosir dengan Parapat. Museum Batak Tomok ini punya koleksi yang cukup beragam. Benda-benda koleksinya juga punya sejarah dan budaya yang cukup tinggi. Barang-barang koleksinya seperti peralatan perang, peralatan pertanian dan mata pencaharian penduduk, hingga peralatan sehari-hari seperti peralatan dapur dan rumah tangga.

3. Museum Pusaka Batak Toba

   . 

museum pustaka batak toba (lumban lintong)

Museum Pusaka Batak Terletak di Jl Putri Lopian, Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Museum ini  berdiri  sejak tahun 1997 sebagai salah satu kekayaan Paroki St Mikael Pangururan. Museum ini menempati bagian bawah Gereja St Mikael Pangururan. Museum yang didirikan Pastor Leo Joosten OFMCap ini  dinobatkan menjadi salah satu museum Batak terlengkap. Sebagai sebuah pusat untuk menggali kekayaan budaya Batak, beragam kekayaan budaya Batak mulai dari bahasa hingga bagaimana sejarah keimanan orang Batak. Sebuah sarkofagus yang juga menjadi koleksi di sini semakin menjelaskan corak animisme dan dinamisme orang Batak kuno. Sarkofagus itu berfungsi untuk menyimpan tulang belulang keluarga yang sudah lama meninggal. Koleksi lain dari museum ini ada berupa alat tenun tradisional, tempat penyimpanan obat, alat menangkap ikan, dan aneka alah rumah tangga.

Referensi :

Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan (2012). Album Budaya: Direktori Museum Indonesia (PDF). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 650–652.

https://www.backpacksejarah.com/2020/12/museum-batak-tomok-di-pulau-samosir.html?m=1 Diakses pada Tanggal 19 Juni 2021, Pukul 21.22 Wib.

 https://www.hidupkatolik.com/2019/05/03/36027/museum-pusaka-batak.php Diakses Pada Tanggal 19 Juni 2021, Pukul 21.55 Wib.

https://gpswisataindonesia.info/museum-huta-bolon-simanindo-samosir-sumatera-utara/ Diakses Pada Tanggal 20 Juni 2021, Pukul 10.39 Wib.