MUSEUM SIMALUNGUN

  • Sinopsis

Museum Simalungun diresmikan  pada tanggal  30  April 1940  oleh Pemko Pematangsiantar  dan  didukung  oleh  Raja-Raja Simalungun,  Pemuka  Adat  dan masyarakat.Museum ini merupakan salah satu warisan budaya yang banyak menyimpan benda-benda budaya yang berkaitan dengan perkembangan kehidupan masyarakat Simalungun

Gambar museum simalungun (tampak luar)
gambar museum simalungun (tampak dalam)
  • Narasi Singkat

Museum Simalungun berada di Jl Jendral Sudirman. Museum Simalungun ini dibangun pada april 1939. Museum Simalungun dibangun atau diprakarsai oleh 7 orang raja simalungun beserta utusan pemerintah, tokoh masyarakat, kepala distrik dan tungkat pada pertemuan Harungguan.Dahulunya Museum Simalungun bernama Rumah Pusaka Simalungun.Dan pada tahun 30 April 1940  oleh Pemko Pematangsiantar  dan  didukung  oleh  Raja-Raja Simalungun,  Pemuka  Adat  dan masyarakat,Museum Simalungun resmi dibuka.

Adapun peninggalan yang terdapat di Museum Simalungun ialah Pustaha Lak-lak, Patung-patung batu peninggalan megalitik, peralatan dapur, peralatan makan, peralatan tenun, perhiasan emas dan perak, koin dan uangdan lain sebagainya. Museum Simalungun juga mengadakan kegiatan – kegiatan kebudayaan yang menunjukkkan kepada masyarakat luas dan masyarakat Simalungun pada khususnya. Di dalam Museum Simalungun terdapat berbagai keunikan yaitu ada pustaha lak-lak yaitu tulisan yang terbuat dari kulit kayu yang berisi tentang ramalan dan obat-obatan tradisional, alat –alat bertenun untuk membuat pakayan dan kain pada masyarakat Simalungun pada zaman dahulu,dan lain-lain. Keunikan yang lain adalah Museum Simalungun di dirikan dengan kokoh tanpa menggunkan 1 paku pun.

  • Referensi

Simanjuntak,Daniel H.P. dan Eva Sriharta.2016.Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya:Peranan Museum Simalungun Sebagai Media Pewarisan Nilai Budaya.

Partuha Maujana Simalungun .2014.Adat Ni Simalungun.

Rivaldi,Rero.2018. Museum Simalungun, Jejak Suku Tradisional Prakarsa Para Raja link https://travelingyuk.com/museum-simalungun-pematangsiantar/109550 diunduh tanggal 26 juni 2020