TUGU / BANGUNAN

  • Sinopsis

Kabupaten Samosir merupakan sebuah pulau yang terletak ditengah-tengah Danau Toba. Kabupaten ini merupakan pusat kebudayaan masyarakat Batak Toba. Di pulau inilah lahir si Raja Batak yang di percaya sebagai nenek moyang suku Batak. Salah satu hal yang menarik di pulau ini adalah banyaknya bangunan tugu (monumen kuburan nenek moyang). Bangunan Tugu merupakan bagian dari budaya yang masih dipertahankan hingga saat ini. Tugu  tersebut merupakan simbol yang tepat untuk proses kesatuan marga, juga menjadi bukti bahwa penghormatan kepada nenek moyang tetap berlangsung.

Setiap keturunan membangun Tugu untuk menghormati arwah nenek moyangnya masing-masing. Perkembangan pembangunan Tugu mulai berkembang sekitar tahun 1960-an. Hal ini didukung oleh munculnya orang Batak kaya dan sukses yang mengadu nasib diperantauan. Makam dan monumen orang meninggal adalah satu-satunya tanda investasi oleh orang-orang Batak rantau di kampung halaman nenek moyang mereka. Ada beberapa faktor yang melatar belakangi pendirian Tugu bagi orang Batak Toba. Hal yang mendasar yaitu adanya cita-cita hidup dasar orang Batak yaitu Hamoraon, Hasangapon, Hagabeon. Pertama orang Batak yang sukses di perantauan ingin menunjukkan kekayaan (hamoraon) dan kesuksesan mereka di perantauan. Kedua, Tugu dibangun supaya orang tua dihormati atau disebut juga (hasangapon). Ketiga adalah tugu dibangun untuk mempersatukan garis keturunan.

1. Bangunan Sopo Guru Tatea Bulan

bangunan sopo guru Tatea bolon

Sopo Guru Tatea Bulan atau Rumah Guru Tatea Bulan serta perkampungan si Raja Batak terletak di Dusun Arsam Kecamatan Sianjur Mula-mula. Bangunanan yang didirikan di atas perbukitan merupakan sebuah tempat wisata dibangun pada tahun 1995 oleh Dewan Pengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tatea Bulan atau disebut juga bahwa Guru tatea Bulan adalah anak Pertama si Raja Batak. Adapun koleksi yang terdapat di bangunan ini ialah Tempat ritual permohonan di Sopo Guru Tatea Bulan dan Patung-patung di Sopo Guru Tatea Bulan yang menggambarkan siRaja Batak.  Didalam bangunan Sopo ini atau yang biasa disebut sebagai Sopo guru tatea bulan terdapat patung – Patung si raja Batak dan istrinya sekaligus beserta dengan keturunan keturunannya.

2. Tugu Toga Samosir

tugu toga samosir

Tugu Toga Samosir berlokasi di Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Tugu ini  yg didirikan sejak  tahun 1962 dan diresmikan pada tahun 1967. Samosir adalah salah satu marga Batak yang berasal dari sub-suku Toba. Samosir  adalah marga yang dipakai oleh keturunan Toga Samosir hingga saat ini.  Adapun marga yang diturunkan dari toga samosir yaitu siadari, Pakpahan, Gultom, dan Sitinjak.

3.  Tugu Toga Sinaga

silsilah toga sinaga

 Pembangunan Tugu  Toga Sinaga dimulai sejak tahun 1966 setelah organisasi PPTSB (parsadaan pomparan toga Sinaga dohot boruna) yang mengadakan pesta marga. dan  1970 Peresmian Tugu dilaksanakan pada tgl 7-14 juni 1970. Tugu ini terletak di Huta Sinaga Uruk Negeri Urat Samosir yaitu perkampungan pertama Toga Sinaga. Batang Tugu berbentuk “Segitiga Sama Kaki”, yang melambangkan “TOGA SINAGA si TOLU OMPU“, yaitu : Sinaga Bonor, Sinaga Ratus, dan Sinaga Huruk (Sagi Raja) dan dari sinaga ini lahir marga-marga cabang Simanjorang, Simandalahi, Barutu.

4. Tugu Ompu Tuan Situmorang

tugu ompu tuan situmorang

Tugu Ompu Tuan Situmorang berlokasi di Desa Urat, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir. pada tanggal 5 – 7 Juli 1990 telah dibangun dan diresmikan Tugu Ompu Tuan Situmorang. Ompu Tuan Situmorang salah seorang dan sembilan bersaudara (Tujuh laki-laki dua perempuan) anak dan Siraja Lontung dan Ibunya Siboru Pareme.  Untuk mengabadikan nama Ompu Tuan Situmorang yang dimana Ompu tuan Situmorang merupakan anak pertama dari si raja lottung dan boru pareme. Tugu Ompu Tuan Situmorang ini merupakan  leluhur dari keturunan Situmorang Sipitu Ama dan Dari sinilah lahir keturunan  Ompu Tuan Situmorang lahirlah marga yang diturunkan  yaitu Situmorang, Siringo-ringo, Rumapea dan Sitohang.

5. Tugu Sitohang

tugu sitohang

Tugu marga Sitohang Berlokasi di di Desa Bona Ture Palipi, Kabupaten samosir.  sebagai simbol persatuan seluruh keturunan marga Sitohang didirikan di Bonature Palipi Samosir dan diresmikan pada tahun 1991. Marga Sitohang atau keturunan Sitohang adalah keturunan Ompu Pangaribuan, yang merupakan anak kedua dari Ompu Tuan Situmorang. Marga Sihotang merupakan Keturunan Si Raja Oloan yang melahirkan marga cabang berikut : Naibaho, Ujung, Bintang, Manik, Angkat, Hutadiri, Sinamo, Capa, Sihotang, Hasugian, Mataniari, Lingga, Bangkara, Sinambela, Dairi, Sihite, Sileang, Simanullang. Adapun marga yang sepadan dengan marga sihotang ialah  Hasugian, Mataniari, Lingga.

6. Tugu Raja Manihuruk

tugu raja manihuruk

Tugu ini berlokasi di Desa Lumban Suhu – Suhu Dolok, Kecamatan Pangururan , Kabupaten samosir. Tugu ini didirikan pada tahun  2010 dan diresmikan pada tanggal 27 Desember 2012.  Marga Simanihuruk adalah salah satu marga Batak yang berasal dari sub-suku Batak Toba. Marga Manihuruk juga merupakan salah satu bagian dari marga yang tergabung dalam Pomparan ni si Raja Naiambaton (PARNA) sisada anak, sisada boru. keturunan Ompu raja Simanihuruk mengklasifikasikan diri ke dalam dua marga, yaitu: Marga Saragih Simanihuruk, bermukim di Simalungun dan Marga Ginting Manik, bermukim di Tanah Karo.

7. Tugu Raja Sonang

tugu raja sonang

Tugu Raja Sonang Berlokasi di Siguri-guri, Onan runggu, Kabupaten Samosir. tugu ini Merupakan kuburan Raja Sonang dengan istrinya boru Sitindaon. Adapun marga keturunan dari Siraja Sonang Ialah marga Gultom, Samosir, Pakpahan, Sitinjak dan Harianja.

Referensi :

Tatap Asrani Sinaga, Dkk. 2020. Semiotic Study On “Tugu Si Raja Batak” In Samosir Island North Sumatera. Linguistica. Vol.9/ No. 4. hal 374-375

Tono Manihuruk. 2014. Sejarah  Berdirinya Tugu Marga di Pulau Samosir. Skripsi. Hal 12 – 14

dikutip dari : https://www.pariwisatasumut.net/2020/04/tugu-toga-sinaga.html?m=1 Diakses pada tanggal 27 Juni 2021, Pukul 22.00 Wib.

dikutip dari : https://www.situmorang.or.id/1432/sejarah-ompu-tuan-situmorang/ Diakses pada tanggal 27 Juni 2021, Pukul 22.30 Wib.

dikutip dari : http://blog-sipituama.blogspot.com/2015/01/asal-muasal-pomparan-sipitu-ama-sejarah.html?m=1 Diakses pada Tanggal 28 Juni 2021, Pukul 13.30 Wib.

dikutip dari : https://www.horas.web.id/2012/07/silsilah-batak-tarombo-batak.html?m=1 Diakses Pada tanggal 28 Juni 2021, Pukul 14.00 Wib.