5 Potensi Objek Wisata Lokal Kabupaten Dairi

Kabupaten Dairi banyak memiliki objek wisata, tapi objek wisata tersebut belum dikembangkan sehingga belum dikenal oleh masyarakat luas. Objek wisata yang terdapat di Kabupaten Dairi terdiri dari objek wisata alam dan objek wisata budaya. Jika objekobjek wisata ini dikembangkan, maka Kabupaten Dairi tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil kopi, tetapi juga sebagai daerah tujuan wisata seperti daerah-daerah tingkat II lainnya di Sumatera Utara. Adapun potensi wisata lokal yang terdapat pada Kabupaten Dairi adalah :

  1. Air Terjun Lae Pendaroh

Klasifikasi : Wisata Alam

Gambar 1 : Air Tejun Lae Pandaroh

Objek wisata Lae Pandaroh ini berjarak 11 km dari arah tenggara ibukota kabupaten. Keindahan alam di air terjun Lae Pandaroh ini mampu memberikan warna baru buat imajinasi hidup kita, kesejukan air terjun Lae Pandaroh serasa memberikan rasa nyaman bagi yang menikmatinya. Air terjun Lae Pandaroh merupakan kawasan yang mudah dilalui oleh kendaraan apapun karena Lae Pandaroh ini terletak di pinggir jalan dan merupakan jembatan yang menghubungkan kecamatan Sidikalan ke kecematan Sumbul. Wisatawan dapat menikmati arum jeram di sungai Lae Renun, menikmati penjelajahan hutan, berkemah, mengamati burung, mengamati flora, menikmati pesona alam dan menyelusuri sungai/arum jeram.

Daya tarik objek wisata ini kurang menarik, disebabkan keragaman atraksi wisata jarang diadakan, keberadaan fasilitas pelengkap seperti tempat tidur, tempat ibadah, toilet dan pusat informasi kurang menunjang kebutuhan wisatawan berkunjung. Dilihat dari segi kondisi fisik, hal yang menarik adalah jalan menuju objek wisata ini sangat mendukung. Jalan menuju air terjun ini sudah beraspal bagus dan tidak terlihat jalan berlubang. Jarak objek wisata ini dengan objek wisata lain lumayan berdekatn sehingga jumlah pengunjung yang datang tergolong banyak.

Link Video 1 : Air Terjun Lae Pendaroh

2. Danau Sicike-cike

Klasifikasi : Wisata Alam

Gambar 2 : Danau Sicike-cike

Objek wisata Danau Sicike-cike berjarak 21 km dari arah tenggara ibukota kabupaten dan merupakan lokasi wisata dengan panorama keindahan hutan yang asri seluas 575 Ha dan di sekitar danau tumbuh berbagai jenis tanaman anggrek serta bebek hutan yang abadi hidup di sekitar Danau Sicike-cike tersebut. Danau ini memiliki keunikan yaitu apabila pada saat musim kemarau maupun musim penghujan air di danau dalam kondisi stabil, dalam arti tidak berkurang pada saat musim kemarau dan tidak bertambah pada saat musim penghujan. Menurut penuturan responden/Bangun kisah terjadinya Danau Sicike-cike. Jauh sebelum kedatangan Belanda menjajah wilayah ini, kawasan danau sicike-cike telah dihuni oleh 7 marga/sipitu marga dari suku Pak-pak yaitu Bintang, Angkat, Capah, Kudadiri, Ujung, Sinamo, dan Bako. Terjadinya danau sicike-cike diawali dari kermurkaan salah seorang ayah yang berasal dari ketujuh marga kepada anaknya, karena menyantap makanan yang telah kosong tersebut dan mengumpat sang anak dengan murkanya. Tidak berselang setelah kejadian itu secara tiba-tiba datang dari bah dan menenggelamkan daerah persawahan tersebut termasuk penduduknya yang tidak sempt menyelamatkan diri. Genangan air semakin dalam dan luas yang akhirnya menjadi Danau Sicike-cike. Untuk mengelilingi objek wiata danau ini pengunjung dapat menempuhnya dengan berjalan kaki dan ini berpeluang menarik bagi pengunjung lintas ala hutan.

Link Video 2 : Danau Sicike-cike

3. Aek Sipaulak Hosa

Klasifikasi : Wisata Budaya

Gmbar 3 : Aek Sipaulak Hosa

Aek sipaulak berada di Desa Paropo, berjarak 35 km dari arah timur laut ibukota kabupaten. Lokasi yang baik untuk menikmati air pancur yang segar. Masyarakat meyakini bahwa air ini dapat menjadi penyegar kembali setelah berjalan lama menuju lokasi aek sipahulak hosa. Objek wisata ini banyak dikunjungi orang, selain kondisi jalan yang sangat bagus danbisa menjadi  tempat peristirahatan sementara bagi orang yang melakukan perjalanan jauh.

Link Vdeo 3 : Aek Sipaulak Hosa

4. Tugu Silalahi

Klasifikasi : Wisata Budaya

Gambar 4 : Tugu Silahisabungan

Tugu ini sangat megah seperti monas di sisi tugu terdapat seperti relief. Relief ini menceritakan tentang perjalanan silahi prmahn yang merantau ke desa hinalang. Setiap sisi relief mempunyai arti seperti di sisi pertama menggambarkan ada seorang yang dihormati yaitu Raja Silahisabungan, di sisi kedua adanya orang yang naek perahu menyeberangi pulau dari pulau samosir, di sisi ketiga menggambarkan kehidupan rakyat dan ada juga tulisan “Hinalang Silalahi” yang berarti Raja Parmahan sampai di desa ini dan bertempat tinggal disini dan sisi yang terakhir atau sisi keempat menggambarkan masyarakat yang modern yang artinya keturunan-keturunan Raja Parmahan yang ada di zaman sekarang. Secara budaya desa silalahi diyakini sebagi asal muasal marga silalahi. Objek wisata ini sangat ramai dikunjungi wisatawan selain bisa menikmati indahnya pantai silalahi, wisatawan juga dapat menikmati ikan mujahir bakar khas silalahi. Didirikan pada tanggal 27 November 1981.

Link Video 4 : Tugu Silahisabungan

5. Tao Silalahi / Pantai Silalahi

Klasifikasi : Wisata Alam

Gambar 5 : Tao Silalahi / Pantai Silalahi

Pantai silalahi terletak di Kecamatan Silahisabungan yang berjarak 48 km dari arah timur laut Kabupaten Dairi, terdapat lokasi wisata danau Toba yang cukup indah. Wisata danau yang ada terletak pada sepanjang pantai beberapa desa, seperti desa Silalahi I, Silalahi II, Silalahi III, dan Paropo memiliki hamparan pantai yang indah serta pasir putih dan di desa sekitarnya menyimpan banyak cerita khas serta legendalegenda batak. Hamparan pantai yang indah terbentang di sepanjang sisi pantai Danau Silalahi diperkirakan mencapai 28 km sehingga sangat potensial untuk dijadikan arena olahraga pantai seperti volley pantai yang lebih unik lagi pada bagian inilah merupakan perairan terdalam dari Danau Toba. Danau Silalahi juga kaya akan hasil ikan tawar seperti ikan mas dan mujahir yang sangat lezat.

Link Video 5 : Tao Silalahi / Pantai Silalahi