ANAK BORU SABOU

  • Sinopsis

Dalam cerita Panak Boru Sabou mengisahkan bagaimana pengorbanan seorang adik kepada saudaranya. Menurut cerita, pohon enau merupakan jelmaan dari seorang gadis bernama Boru Sabou. Peristiwa penjelmaan gadis itu diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Simalungun, Sumatera Utara. 

  • Narasi Singkat

Alkisah, pada zaman dahulu kala di sebuah desa yang terletak di Simalungun, Sumatera Utara, hiduplah sepasang suami-istri bersama dua orang anaknya yang masih kecil. Yang pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh, sedangkan yang kedua seorang perempuan bernama Boru Sabou. Keluarga kecil itu tampak hidup rukun dan bahagia. 

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena sang suami sebagai kepala rumah tangga meninggal dunia, setelah menderita sakit beberapa lama. Sepeninggal suaminya, sang istri-lah yang harus bekerja keras, membanting tulang setiap hari untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. Oleh karena setiap hari bekerja keras, wanita itu pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Si Tare dan adik perempuannya yang masih kecil itu, kini menjadi anak yatim piatu. Untungnya, orang tua mereka masih memiliki sanak-saudara dekat. Maka sejak itu, si Tare dan adiknya diasuh oleh bibinya, adik dari ayah mereka.Beberapa tahun kemudian kdua anak itu menjadi dewasa ,sang kakak memutuskan untuk pergi merantau dan si Boru Sabou tinggal dikampungnya sbersama dengan bibinya.

Sudah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun ia menunggu abangnya, tapi tak kunjung datang jua. Tidak ada kabar tentang keadaan abangnya.Tae Iluh merupakan orang yag sangat suka berjudi sehingga ia memilki banyak utang dan hal tersebut terdengar olhe si Boru Sabau .Ia pun mencari kakaknya dan mnemukan bahwa kakaknya telah dipasung oleh penduduk setempat .Untuk membayar segala utangnya akhirnya si Boru Sabau berdoa dan berkata: “Ya, Tuhan! Tolonglah hambamu ini. Aku bersedia melunasi semua hutang abangku dan merelakan air mata, rambut dan seluruh anggota tubuhku dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk negeri yang memasung abangku.”Dan dengan seketika Si Boru Sabou berubah menjadi enau atau bagot,

Kepercayaan masyarakat terhadap cerita rakyat tersebut di Simalungun dahulunya sangat jelas dimana orang yang hanya diperbolehkan untuk memanjat enau hanyalah laki-laki dan bukan hanya itu ,jika menginginkan air nira yang banyak ia harus memukul enau tersebut sambil menyanyi lagu Simalungun.

  • Referensi

Turi-Turian Simalungun Pasal Mula Ni Bagot (Asal Mula Pohon Enau) http://ahusimalungun.blogspot.com/2013/09/turi-turian-simalungun-pasal-mula-ni.html

Diunduh tanggal 30 juni 2021 pukul 14:01 WIB