DONGENG SI BORU HEONG

  • Sinopsis

Sejarah Siboru Heong merupakan cerita rakyat yang hampir  terlupakan.Tidak banyak yang mengetahui cerita Siboru Heong ini,hal tersebut dikarenakan literatur tentang kebudayaan Simalungun masih kurang.Cerita Siboru Heong  menjelaskan putri raja yang tidak mengingingkan perjodohan yang dilakukan ayahnya sehingga ia mengutuk dirinya sendiri menjadi batu

  • Narasi Singkat

Kisah Si Boru Heong ini dapat dilihat nyata di perbukitan Huta Tigaras Tepatnya di Simpang Sipintu Angin Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun, Letaknya sekitar 2 Kilometer dari SMA Negeri 1 Sipintu Angin. 

Cerita si Boru Heong diawali kebesaran kerajaan Tuan Sinaman di Simalungun pada jaman dahulu kala, sehingga kebesarannya kerajaan itu sampai ketelinga raja-raja di kekerajaan lain di Sumatera,  kebesaran kerajaan Tuan Sinaman ini juga sampai ketelinga kerajaan raja Samosir, sehingga Raja Samosir sering mengunjungi Simalungun, dan berjumpa dengan Tuan Sinaman Purba Sidadolog.Pada saat kunjungan raja Samosir ke keraajan Tuan Sinaman.Mereka melakukan perencanaan pernikahan untuk putri Boru Heong dan putra raja Samosir.Dimana tuan Samosir memberikan kepada ayah Boru Heong emas dan pakaian yang sangat mahal untuk dipakai dipernikahan.Akan tetapi perjodohan yang dilakukan oleh ayah Boru Heong dan putra Samosir tanpa persetujuan dan tidak diketahui oleh Boru Heong,mendengar berita tersebut Boru Heong putri heong merasa sangat terkejut dan tidak menyetujui pernikahan tersebut akan tetapi ayah Boru Heong memaksa Boru Heong tetap menikah .Pada saat perjalanan ke Kerajaan Tuan Samosir ditengah –tengah Danau Toba tiba-tiba Boru Heong berkata kepada ayahnya : Kalau bapak (Tuan Sinaman) memaksa saya harus kawin dengan Putra Tuan Samosir, lebih baik saya jadi  batu di tempat ini,” Maka dengan seketika Boru Heong  dan seisi kapal tersebut berubah menjadi batu.

  • Referensi

Sitohang,Tagor Lae.2014. SI BORU HEONG, Sejarah Simalungun yang Terlupakan. https://www.lintaspublik.com/2014/07/si-boru-heong-sejarah-simalungun-yang_8345.html diunduh tanggal 27 juni 2021 pukul 23:09 WIB