RITUAL ADAT KEMATIAN

  • Sinopsis

Upacara ini adalah upacara kematian yang dilakukan kepada orangtua yang kematiannya sudah uzur usianya, dan sudah memiliki cucu dari anaknya laki-laki maupun perempuan. Acara Sayur Matua masyarakat Simalungun dibagi dalam dua acara yakni yang pertama mandingguri (berjaga) dan Kedua adalah mangiligi yang disebut dengan melayat. Pada acara mangiligi ini terdapat magalo-alo tondong yang berarti menyambut tondong ( sanak saudara)

  • Narasi Singkat

Dalam adat Simalumgun ada upacara yang harus dilakukan dalam acara kematian ,salah satunya ialah Pesta Sayur Matua. Acara Sayur Matua masyarakat Simalungun dibagi dalam dua acara yakni yang pertama mandingguri (berjaga) dan Kedua adalah mangiligi yang disebut dengan melayat. Pada acara mangiligi ini terdapat magalo-alo tondong yang berarti menyambut tondong ( sanak saudara).Perbedaan kedua acara ini terletak pada Upacara adat kematian Mandingguri ini dilakukan pada malam hari dan Upacara adat kematian Mangiligi dilakukan pada siang harinya.Dalam acara Mandingguri tersebut dilakukan acara pemakaian Porsa. Porsa merupakan kain berwarna putih yang diikatkan ke kepala kaum laki-laki. Proses ini disebut sebagai Padalan Porsa. Porsa tersebut memiliki peran dan arti bagi masyarakat Simalungun sebagai tanda atau lambang kesucian. Padalan Porsa yang merupakan salah satu proses pada upacara kematian sayur matua yang harus dilaksanakan dalam masyarakat Simalungun. Porsa merupakan salah satu atribut/ benda kematian yang dipakai pada saat melaksanakan upacara adat kematian Sayur matua, dan dari semua suku- suku, hanya etnik Simalungun lah yang mengenal Porsa tersebut. Kain porsa ini dipakai oleh seluruh kaum laki-laki yang hadir dalam upacara kematian tersebut.

Bukan hanya itu ,kain putih sejenis porsa tersebut juga diberikan kepada yang meninggal untuk menandakan bahwa setiap tondomg,Boru dan Saninan  sudah iklas atas kepergian orang tua yang meninggalkan dengan hati lapang dan tulus serta bersih seperti  porsa tersebut.

Proses pemberian kain putih
  • Referensi

Samosir,Dina Sri Rejeki.2016.Skripsi : Makna Porsa Dalam Upacara Kematian Sayur Matua Etnik Simalungun Di Desa Dolog Huluan Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun.UNIMED