PESTA BUDAYA

sinopsis

Kabupaten Samosir memiliki Keragaman Budaya yang didominasi oleh budaya Batak Toba. Pesta budaya yang diadakan di kabupaten Samosir diadakan setiap tahunnya namun untuk masalah tempat dan waktu kadang mengalami perubahan. untuk memperkenalkan kekayaan budaya Batak toba tersebut, Horas Samosir Fiesta atau disingkat (HSF) diadakan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Samosir. Terdiri atas rangkaian acara, masing-masing kegiatan menampilkan berbagai unsur budaya warga setempatnya, mulai dari pertunjukan tari, musik, hingga pawai meriah yang memamerkan patung sigale-gale. Berlangsung selama sembilan bulan, yakni mulai April hingga Desember, rincian kegiatannya adalah Karnaval Sigale – gale, Godang Naposo, Festival Solu Bolon, Festival Ulos, dan Festival Tuak Sipinggan.

1. Karnaval Sigale – Gale

Pesta budaya yang diperingati setiap tahun dengan mengangkat patung sigale-gale

Karnaval Sigale Gale merupakan salah satu atraksi yang disuguhkan bagi pengunjung Danau Toba di Pulau Samosir yang diperingati setiap tanggal 6 Juni, Biasanya dirayakan di  Pangururan, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo.  Sigale gale menjadi identitas budaya dari Samosir,  Kisah Sigale-gale menjadi salah satu kekuatan budaya Kabupaten Samosir. Kemasyuran namanya menjadi sebuah kebesaran budaya Batak Samosir. Apalagi karnaval ini juga selalu mengangkat kain Ulos yang juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari budaya Batak. Karnaval Sigale Gale ini juga  menjadi momentum mengangkat kekuatan budaya Samosir. Karena atraksi budaya menjadi magnet yang sangat luar biasa bagi wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Kisah Sigale-gale menjadi salah satu kekuatan budaya Kabupaten Samosir.

2. Godang Naposo

pesta budaya yang dijadikan ajang pencaharian jodoh untuk kaum pemuda

Godang Naposo Merupakan Ritual Etnis Batak yang diyakini sebagai media perkenalan dan tegur sapa, berbalas pantun antarpemuda dan pemudi sampai melangkah ke jenjang perkawinan, digelar dalam rangkaian menarik wisatawan. Festival ini didesain untuk mempertemukan antara anak muda dengan lawan jenisnya, tetapi juga disasar untuk mendongkrak citra pariwisata Samosir yang identik dengan Danau Toba. Dengan memainkan kekuatan kearifan lokal, Festival Gondang Naposo memberi banyak faedah. Perjumpaan kreatif ini sesungguhnya mengkloning acara televisi “Take Me Out”, ajang pencarian jodoh. Namun ajang ini dikemas dengan kebudayaan dan lebih menonjolkan peran aktif pengunjung tanpa ada peserta yang tereliminasi. Festival budaya ini memberi kesempatan setiap orang untuk menikmati sajian budaya, seperti tari tortor, nyanyi.

3. Festival  Solu Bolon

pesta budaya yang dimainkan menggunakan kapal tradisional khas batak toba

Solu Bolon adalah Perahu Besar tradisional yang dapat menampung puluhan orang dan berfungsi sebagai alat transportasi. Solu Bolon biasanya dimiliki oleh orang-orang elit atau bersatatus raja yang memiliki pengaruh besar terhadap huta (kampung). Horas Samosir Fiesta membuat event Samosir Solu Bolon Festival Untuk melestarikan tradisi lokal serta menumbuhkan kecintaan terhadap Solu Bolon itulah maka Samosir Solu Bolon Festival digelar oleh Horas Samosir Fiesta. Acaranya biasanya digelar di Pantai Indah Situngkir, Pangururan, Samosir.

4. Festival Ulos

“Ulos merupakan ciri khas suku Batak yang perlu kita jaga, pelihara dan dikembangkan. Ulos merupakan peninggalan berharga yang harus diestarikan kepada generasi penerus suku Batak Toba agar tidak tertindas oleh kemajuan jaman yang akan datang. Adapun ajang yang di perlombakan untuk festival ulos antara lain Fashion Show busana Ulos yang diiukuti oleh peserta dari tingkat Tk/Paud sampai dengan SMA dan penilaian  lomba Bertenun Ulos Sibolang dan Stola Bintang Maratur. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan dan pelestarian kekayaan budaya lokal khususnya ulos sebagai warisan budaya Batak dalam kemajuan kebudayaan Indonesia. Dengan Festival Ulos ini diharapkan dapat menumbuh kembangkan rasa bangga memakai busana ulos bagi generasi muda sebagai suku Batak.

5. Festival Tuak Sipinggan

pesta budaya yang diadakan untuk melestarikan tuak sebagai minuman khas batak toba di samosir

Festival Tuak sebagai sarana melestarikan budaya Batak Toba tengah dihelat di Samosir, tepatnya di Desa Sipinggan, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir. tuak adalah satu diantara minuman fermentasi nusantara. tujuan utama kegiatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat sekitar akan banyak manfaat pohon aren sebagai penghasil tuak. Kegunaan pohon aren sebagai penghasil minuman khas Batak Toba, ternyata memikirkan sejumlah kegunaan lainnya termasuk kuliner dan kerajinan tangan.termasuk juga kolang-kaling dan hasil-hasil kreatif dari pohon aren itu sendiri. Dampak positif dengan adanya festival tersebut ialah agar meningkatkan masyarakat Batak Toba memiliki kekayaan yang luar biasa, tak kalah dengan kawasan lainnya.

referensi :

dikutip dari : https://www.gatra.com/detail/news/420577/lifestyle/karnaval-sigale-gale-momentum-mengangkat-budaya-samosir Diakses pada tanggal 20 Juni 2021, Pukul 07.00 Wib.

dikutip dari : https://www.google.com/amp/s/m.brilio.net/amp/jalan-jalan/keseruan-sigale-gale-carnival-cerita-masyarakat-batak-yang-mengakar–190618h.html Diakses pada Tanggal 20 juni 2021, Pukul 08.00 Wib.

dikutip dari : http://disbudpar.sumutprov.go.id/event/samosir-music-international/ Diakses pada Tanggal 21 Juni 2021, Pukul 09.30 Wib https://batakindonesia.com/rapidin-simbolon-luncurkan-horas-samosir-fiesta-2020/ Diakses pada Tanggal 21 Juni 2021, Pukul 09.45 Wib