KEMATIAN

  • Sinopsis

Masyarakat yang tinggal di kawasan kabupaten samosir Merupakan mayoritas suku batak toba. Masyarakat batak toba memiliki adat yang unik pada acara kematian. Dalam tradisi Batak Toba, orang yang mati akan mengalami perlakuan khusus dan akan dibuat kedalam upacara adat untuk menghormati orang yang telah meninggal dunia. Upacara adat kematian ini diklasifikasi berdasarkan usia dan status orang yang telah meninggal dunia. Pada masyarakat Batak Toba apabila seseorang meninggal pada usia tua dalam bahasa Batak tobanya disebut  (Saurmatua) pada umumnya akan dilaksanakan upacara kematian. Maka Daliha Na Tolu inilah yang mengatur dan menjalankan perannya tersebut sehingga acara berjalan dari awal hingga akhir, khususnya baik didalam upacara kegiatan adat maupun dalam perlakuan sehari-hari itu tidak akan menyimpang dari adat yang telah ada.

  

ADAT KEMATIAN SAUR MATUA DAN SARIMATUA

  1. 1. upacara adat saur matua
acara adat kematian saur matua

Saur Matua adalah orang yang meninggal dunia terlah memiliki keturunan dan cucu baik dari anak laki-laki maupun dari anak perempuan. Saur artinya lengkap atau sempurna dimana dikatakan bahwa orang yang telah meninggaldunia itu telah sempurna dalam kekerabatan,telah memiliki anak dan memiliki cucu. Sehingga jika yang meninggal sempurna dalam kekerabatan maka acara adat penguburannya pun dilaksanakan dengan sempurna (saurmatua). Jika sudah sempurna kematiannya, maka acara pemberangkatannya harus dilakukan sempurna,yang disebut ulaon na gok( acara dengan adat penuh). Ulaon na gok dilaksanakan maralaman(di halaman rumah). Boan(makanan) yang disiapkan adalah sigagat duhut( kerbau).Dalam pelaksanaan upacara saur matua semua keluarga, saudara,orang tua,anak muda dan seluruh warga masyarakat dimana pun dia berada, seperti; di rantau, diladang,pemukiman penduduk dalam usaha tani yang letaknya jauh dari kampung atau pemukiman lain. Mereka hadir, bersatu, berkumpul bersama untuk menghantarkan jenazah ketempat peristirahatan terakhir.

2. Upacara kematian Sari Matua

suatu upacara adat yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada seorang suami atau istri yang telah dikaruniai cucu dari anak-anaknya walaupun masih ada anak yang belum menikah dalam budaya Batak Toba. Upacara ini memiliki makna dan peranan penting dari setiap elemen masyarakat khususnya tokoh adat dan masyarakat yang semarga.

Referensi :

Eva Junita S. 2016. UPACARA KEMATIAN SAURMATUA PADA ADAT MASYARAKAT BATAK TOBA( STUDI KASUS TENTANG KESIAPAN KELUARGA ) DI DESA PURBATUA KECAMATAN PURBATUA KABUPATEN TAPANULI UTARA. JOMP FISIP. Vol 3, No.1.

Fransiska. 2019. NILAI-NILAI SOSIAL PADA UPACARA KEMATIAN SARI MATUA DI KALANGAN BATAK TOBA DI KOTA PEKANBARU. JOMP FISIP. Vol 6, Edisi 1.