PAKAIAN ADAT SIMALUNGUN

  • Sinopsis

Pakaian adat ialah semua kelengkapan yang dipakai oleh seseorang yang menunjukkan bagaimana ciri khas kebudayaan suatu masyarakat.Dengan menggunakan pakaian seseorang kita dapat melihat bahwa orang tersebut dari daerah tertentu atau dari daerah mana dan ini menjelaskan bagaimana bhinneka tunggal Ika itu diterapkan di kehidupan bangsa Indonesia.Jadi secara tidak langsung pakaian dapat mewakili masyarakat dan adat suatu daerah yang membedakannya dengan adat daerah lain

  • Narasi Singkat

WANITA

  • Bulang

Dalam masyarakat Simalungun,pakaian yang menjadi ciri khas mereka ialah Bulang yang bagian dari struktur pakaian adat Simalungun ditambah aksesoris untuk melengkapi. Bulang Simalungun yang berbahan tenunan tangan asli dari Hiou Simalungun yang juga memiliki ornamentik yang memiliki makna tersendiri

ulang, yaitu pakaian yang dipakai di kepala, semacam penutup atau tudung yang dibuat dari hasil tenunan khas Simalungun yang berarti “keibuan”.

Jenis-jenis bulang:

  1. ulang Sulappei = Bulang adat / bulang pesta
  2. Bulang Teget = Bulang untuk pengantin
  3. Bulang Suyuk / Gijang = Bulang pesta adat / usia tua
  4. Bulang Hurbu / Salalu = Bulang harian / hu juma (ke ladang).

Kain penutup kepala ini berwarna merah tua/hati. Garis tengahnya memiliki tiga garis memanjang berwarna putih kelabu dengan bagian penutup berwarna putih kelabu, penuh bentuk simetris sebagai ragam hias. Pada ujung luarnya, kain ini memiliki jumbai panjang yang memberikan kesan dominan. Kain ini dikenakan oleh wanita yang sudah menikah dan hanya dibuat di Simalungun.

  • Suri-suri, yaitu sejenis  hiou  hasil  tenunan Simalungun yang mengandung makna adanya rasa tanggung jawab. Suri-suri ini dipakai sebagai hiou hadang-hadangan atau selendang yang disandang pada bahu sebelah kanan. Warna hitam (sibirong) dipakai kaum bapak dan warna lainnya (selain warna hitam) dipakai oleh kaum ibu.
  • Hiou, merupakan hasil tenunan Simalungun yang dipakai sebagai penutup badan, yang mengandung makna/arti supaya tetap sehat jasmani dan rohani.
  • Baju soja, yaitu baju yang dibuat dari kain warna hitam, pakai lengan dan leher rendah. Pada bagian belakang dibuat hiasan, pada lengan bagian ujung disulam menggunakan benang warna merah juga sebagai hiasan.

PRIA

  • Gotong

Gotong merupakan bagian yang penting dalam pakaian khas simalungun yang memiliki arti sebagai penutup kepala. Sebutan penutup kepala pria bagi masyarakat Simalungun, di bagi dalam 3 (tiga) penyebutan yaitu: gotongporsa dan takkuluk. Konsep yang disebut pertama yaitu gotong adalah penutup kepala adat suka cita (malas ni uhur) yang dikenakan pada setiap upacara adat suka cita. Sedangkan konsep yang disebut kedua yakni porsa merupakan penutup kepala adat pria dalam upacara duka cita khususnya yang meninggal sayur matua dan konsep takkuluk adalah penutup kepala pria yang dikenakan sehari-hari dan sama sekali tidak berhubungan dengan adat istiadat.

Gotong merupakan aksesoris penutup kepala yang khusus digunakan oleh kaum pria di Simalungun sebagai keelengkapan pakaian adat. Gotong akan selalu hadir dalam setiap perayaan adat Simalungun.Kain yang digunakan sebagai bahan pembuat gotong adalah kain batik/bermotif batik dari Jawa. Berdasarkan informasi bahwa dahulu pada masa zaman Majapahit, leluhur masyarakat Simalungun yang merupakan Raja Simalungun telah melakukan hubungan perdagangan dengan Kerajaan Majapahit yang pada masa itu masuk ke kawasan Simalungun.Sebagai simbol ikatan kerja sama tersebut utusan Majapahit menyerahkan beberapa helai kain batik kepada Raja di Simalungun. Sebagai bentuk penghargaan atas pemberian utusan Majapahit tersebut kemudian Raja Simalungun menggunakan kain batik tersebut sebagai penutup kepala, gotong.

  • Baju / kemeja
  • Baju Raja : Warna hitam (sibirong)
  • Baju Toluk Balanga : Warna hitam (sibirong), tapi sekarang ini sudah ada yang membuatnya dengan warna lain selain hitam.
  • Baju Pinolang-polang :Warna putih, merah, hitam (baju pandihar)
  • Baju Siholat : Warna merah (baju guru/datu)
  • Baju Banggal :Jas.
  • Suri – suri sibirong
  • Hiou = Ragi Panei, Ragi Santik, dan hiou sarung
  • Referensi

Nainggolan,Wulan Ninggar.2020. Makna Dan Fungsi Hiou Simalungun: Kajian Semiotik.USU diunduh tanggal 29 Juli 2021 11:11 link http://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/29205/130703023.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Purba,Mansen.2019. Memahami Adat Perkawinan Simalungun: Pinaikkat, Naniasokan, & Marlualua Serta Implikasi Sosialnya. Yogyakarta:Sigma Printshop