Tradisi Makan Pelleng Bagi Masyarakat Pakpak Keppas

Sinopsis

Setiap suku bangsa memiliki berbagai macam makanan tradisional dan cara pembuatannya juga berbeda-beda. Berbicara mengenai makanan tradisional tidak ada habisnya dan tidak ada bosannya, semua masyarakat memiliki selera yang berbeda dan memiliki kebiasaan yang berbeda juga. Makanan tradisional yang dimiliki setiap suku bangsa memiliki cara dan bahan yang berbeda. Sehingga tidak heran apabila banyak jenis makanan yang terkenal di Indonesia, selain itu Indonesia juga sering disebut dengan kaya akan makanan dan memiliki kuliner yang khas.

Setiap makanan tradisional yang biasanya di konsumsi oleh masyarakat bahan baku yang digunakan untuk pembuatannya ada di daerah setempat dan makanan tradisional tersebut biasanya di buat dalam acara pernikahan, kelahiran, tujuh bulanan orang hamil, makanan tradisional tersebut dibuat pada acara tertentu, begitu juga dengan pelleng yang merupakan makanan khas suku Pakpak yang ada di Sidikalang. Pelleng adalah makanan khas suku Pakpak yang biasanya dibuat pada saat-saat tertentu, seperti pada saat ingin melaksanakan ujian, mencari kerja, pergi merantau dan banyak moment-moment penting lainnya.

Tujuan pelleng disajikan sebagai jamuan tergantung jenis peristiwa atau upacara. Misalnya bila hendak membuka ladang, biasanya pelleng ini disajikan dengan keyakinan agar dihindarkan dari mara bahaya. Bila hendak merantau, pelleng disajikan sebagai harapan agar berhasil diperantauan. Bila disajikan ketika ingin meminang dengan harapan agar pinangan di terima. Bila selesai panen, menerima kelulusan, diterima di pekerjaan untuk sebagai ucapan syukur pada sang kuasa. Pelleng adalah nasi yang dimasak dengan kunyit, bedanya pelleng ini dengan yang lainnya tidak dimasak hingga jemek. Biasanya pelleng ini disajikan dengan gulai ayam serta rendang yang di letak di bagian atas nasi pelleng kemudian disiram dengan kuah. Untuk menambah cita rasa saat menyantapnya, pelleng juga kerap disuguhkan dengan jengkol dan petai mentah di tambah lagi dengan cabai rawit atau cabai merah yang ditancapkan pada pelleng.

Gambar 1 : Nasi Pelleng dengan ayam tektek

Makanan Pelleng memiliki ciri khas berwarna kuning, dan juga rasanya yang sangat pedas. Penyajian Pelleng biasanya dipadukan dengan Tektek, yaitu ayam yang dimasak dan diberikan bumbu. Biasanya dalam penyajian daging ayam tersebut dicincang dan diletakkan diatas Nasi Pelleng. Pelleng memiliki komposisi yaitu: Beras secukupnya, ayam kampung, cabe merah, cabe rawit, kunyit, bawang merah, bawang putih, jahe, asam cikala (kencong), santan kelapa,
serai dan bumbu lainnya. Dalam pengolahannya, beras dimasak layaknya menanak nasi tapi perbedaan nasi Pelleng Keppas ini dia seperti nasi biasa berbeda dengan Nasi Pelleng yang jemek. Pelleng Keppas biasanya dibuat dengan tujuan tidak berbeda dengan suak pakpak lainnya yaitu untuk mempermudah mendapatkan apa yang hendak dicapai, misalnya pada saat melaksanakan ujian, mencari kerja, pergi merantau dan banyak moment-moment penting lainnya, sehingga dalam pembuatan Pelleng keppas biasanya dibuat oleh keluarga terdekat ataupun keluarga yang mempunyai hajatan. Pembuatan nasi Pelleng tidak sembarangan karena adanya syarat-syarat yang harus dipenuhi. Jadi, pelleng sudah melingkupi setiap sendi-sendi kehidupan masyarakat Dairi.

Gambar 2 : Pelleng Khas Keppas

Pelleng dibuat untuk mengawali ataupun menindaklanjuti beberapa pekerjaan ataupun kegiatan masyarakat di dalam kesehariannya, diantaranya adalah :

1) Meneppuhi babah artinya benar dan tegas dalam berkata ketika merantau.
2) Pepuasken tagas artinya menambah semangat.
3) Mengkelembisi dukak artinya mengupah-upah anak.
4) Perberkatken tukkang lako mertukkang artinya mau mendirikan rumah.
5) Perberkatken dukak lako mersikola artinya anak mau masuk sekolah.
6) Perberkatken dukak lako ujian artinya anak mau melaksanakan ujian.
7) Mentubennai lako rumabi juma artinya membuka lahan pertanian.
8) Mentubennai lako rumabah artinya mau menabang kayu.
9) Perberkatken perteddung lako mi rambah artinya mau mencari rotan.
10) Mengkottasi family si roh mi saponta artinya family datang ke rumah.
11) Mengkottasi dukak sibaru roh I pengeranton nai artinya anak pulang dari merantau.
12) Parberkatken dukak / famili lako mengeranto artinya ketika anak / famili mau pergi merantau.
13) Mentubennai karejo siporlu mengido sodip artinya meminta doa restu (mau melamar atau mencari jodoh).

Dalam konteks tradisi jamuan makan Pelleng adalah simbol, namun mempunyai pengaruh dalam pemikiran spiritual masyarakat. Dalam pendekatan sosiologis istilah simbol bermaksud sesuatu yang menjadi pengganti dari hal tertentu atau ekspresi dari fakta yang tidak diketahui. Secara filosofis makna yang terkandung dalam makanan Pelleng yaitu agar apa yang dicita-citakan terkabul dari yang memakan Pelleng tersebut. Setelah memakan Pelleng akan memberikan semangat dalam diri kita (tondi). Ketika akan memakan makanan Pelleng ini perlu dilakukan doa terlebih dahulu seperti: “En mo Pelleng mu asa tercapai cita-citamu” (ini Pelleng mu semoga apa yang dicita-citakan dapat terkabul) pernyataan itu mempunyai hubungan seperti yang dinyatakan oleh Clifford Geertz dalam buku yang bertajuk The Interpretaion Of Culture, beliau menghubungkan dengan kebudayaan, dinyatakan bahwa simbol yang bermakna adalah dari sebagian besar kata-kata, isyarat, gambar, suara, musik, dan peralatan budaya sehingga simbol itu boleh diartikan secara luas makna dan fungsinya dalam kerangka pendekatan budaya.

Video 1 : Pelleng, kuliner khas warga pakpak

Daftar Pustaka :

Berutu, Tandak. Tradisi dan Perubahan Konteks Masyarakat Pakpak. Medan:
Grasindo Monoratama, 2006.

Berutu, Lister. Aspek-aspek Kultural: Etnis Pakpak Suatu Eksplorasi Tentang
Potensi Lokal. Penerbit Monora. Medan, 2002.

Berutu, Lister. Sulang Silima Marga-marga Pakpak di Kabupaten Pakpak Bharat
di Sumatera Utara Medan, 2015